Jitunews.Com
14 Oktober 2017 12:58 WIB
Dibaca 8049 x

Suka Pedas? Buat Budidaya Cabai Rawit di Rumahmu

Tanaman cabai rawit lebih tahan terhadap serangan hama sehingga resiko yang Anda dapatkan tergolong kecil.

Buah cabai rawit yang sempurna ()

Anda pecinta pedas? Tentukan semua orang mengenal cabai, bukan? Tak sedap rasanya jika masakan tanpa adanya kehadiran rasa pedas dari cabai ini. Ada kalanya penentuan harga pasaran cabai ini sering mencapai harga yang bombastis. Kehadiran cabai sangat berarti di masyarakat hingga sering disebut sebagai kebutuhan primer kedua menggantikan papan.

Hal itu dapat diatasi jika Anda berniat untuk membudidayakan tanaman cabai rawit sendiri dengan mudah, karena tanaman cabai rawit lebih tahan terhadap serangan hama sehingga resiko yang Anda dapatkan tergolong kecil. Mungkin tips budidaya di bawah ini dapat Anda lakukan.

Atur lokasi yang cocok agar cabai rawit bisa tumbuh, biasanya ia dapat hidup di daerah dataran rendah dan diantara musim panas dan hujan yang terpenting adanya pengairan yang netral. Jika intensitas hujan berlebih akan menyebabkan penyakit pada buah sehingga tidak dapat tumbuh secara sempurna. Media tanam bisa mengandalkan sistem tanah gambur asal tak tergenang oleh air.



Merawat Anthurium: Tepat Perawatannya, Indah dI Dapat

Pemilihan Benih, ini menjadi point penting dalam menentukan hasil panen sempurna atau tidak. Dengan cermat memilih, pilihlah benih cabai dari tanaman yang sehat biasanya bibit pada periode tanam kelima dan enam berkualitas bijinya. Pilihlah buah yang bentuknya sempurna terhindar dari hama. Kemudian biarkanlah buah itu mengering di pohon. 

Setelah mengering bisa Anda tempatkan ke wadah steril lalu potong membelah. Sisihkan biji yang ada di ujung dan pangkal. Yang dibutuhkan adalah untuk dijadikan sebagai benih adalah bagian biji tengah. Rendamlah biji tersebut pilah lagi dari biji yang mengambang dan tenggelam. Nah, biji yang tenggelam ini yang pantas dijadikan benih. Keringkan lalu simpan pada wadah kering yang memiliki sirkulasi udara.

Pengolahan media tanam, gunakan polybag yang telah diisi campuran kompos dan tanah, tambah sekam agar tanah menjadi gambur lalu beri benih cabai. Untuk penanaman lahan dicangkul harus dalam ketika sudah siap. Lepas terlebih dahulu polybag yang membungkus dan beri jarak antara satu tanaman dengan lainnya sekitar 60x90 cm. Untuk menghindari gulma cara instan penggunaan herbisida sebelum menanam.

Pemeliharaan, sederhana tanpa biaya, tenaga dan air yang banyak. Penyiraman hanya dilakukan ketika tanaman terlihat hampir mengering. Jika menemui gulma yang menempel pada tanaman cabut dengan perlahan jangan sampai merusak cabai. 

Panen, bisa dilakukan ketik umur cabai mencapai 2,5 sampai 3 bulan. Periodenya berlangsung selama 8 bulanan. Lakukan pemanenan saat pagi hari dengan memetik beserta tangkai. Cabai yang dipanen bisa bertahan hingga 16 hari.

Itu cara budidaya yang terbilang mudah. Anda bisa memanfaatkan penerapan ini di rumah, ketika harga pasaran berubah dan cabai mencapai harga tertinggi. Anda tak perlu pusing untuk mengeluarkan biaya untuk memperjuangkan membelanjakan cabai. Jika Anda punya tanamannya sendiri di rumah atau jika panen cabai melimpah bisa Anda jadikan sebagai peruntungan bisnis yang menjanjikan.

Ditulis oleh: Amalia Anzhafa

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Cabai Setan dari India, Pedasnya Tahan 12 Jam
Halaman:

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita