29 Agustus 2017 18:06 WIB

Wamen ESDM Resmikan Dimulainya Proyek Pipa Gas Grissik-PUSRI

Pipa Gas Grissik – PUSRI akan dibangun dengan panjang 176 km dan berdiameter 20 inchi dimulai dari Grissik Gas Plant ConocoPhillips (COPI) hingga ke Plant PUSRI di Palembang. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Jitunews/Latiko Aldilla DIrga)

PALEMBANG, JITUNEWS.COM – Demi menjaga ketahanan pangan nasional, PT Pertamina Gas (Pertagas) memulai pembangunan Pipa Gas Grissik-PUSRI di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI). Groundbreaking dilakukan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar dan dihadiri pula oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Gubernur Sumatera Selatan, Bupati Musi Banyuasin, dan Walikota Palembang. Ruas pipa yang akan dibangun ini nantinya akan mengalirkan gas untuk kebutuhan energi dan bahan baku PUSRI.

Kementerian ESDM Tepis Isu Tarif Listrik Indonesia Termahal di Dunia

Pipa Gas Grissik – PUSRI akan dibangun dengan panjang 176 km dan berdiameter 20 inchi dimulai dari Grissik Gas Plant ConocoPhillips (COPI) hingga ke Plant PUSRI di Palembang. Sumber gas untuk ruas ini adalah dari Lapangan Grissik COPI. Pipa Grissik-PUSRI nantinya akan mengalirkan gas ke PUSRI sebesar 30 MMSCFD di tahun 2018 sebagai early gas dan kemudian bertambah menjadi 70 MMSCFD di tahun 2019.

“Pembangunan pipa gas ini menjadi penting karena akan berpengaruh besar kepada produksi PUSRI yang tentunya akan berdampak pada ketahanan pangan Indonesia. Gas COPI sebesar 70 MMSCFD akan menggantikan beberapa kontrak gas yang akan habis di tahun 2018. Volume Gas sebesar 70 MMSCFD akan dapat menghasilkan urea sebesar 3.000 ton per hari dengan untuk pabrik urea dengan teknologi terbaru", ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar yang ditemui di acara groundbreaking.


Percepat Investasi Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Sempurnakan Regulasi

“Kebutuhan PUSRI akan gas alam sangatlah besar. Selain sebagai sumber energi, gas juga diperlukan sebagai salah satu bahan baku utama produksi pupuk. Kami membutuhkan gas hingga 215 MMSCFD untuk PUSRI IB, PUSRI IIB, PUSRI III, dan PUSRI IV,” ungkap Direktur Utama PUSRI Mulyono Prawiro. Dengan dibangunnya ruas baru Grissik-PUSRI maka PUSRI akan memiliki supply gas yang berkelanjutan untuk menjaga produksi pabriknya.

Pembangunan pipa gas Grissik-PUSRI ditargetkan selesai dalam 11 bulan. Dalam pembangunannya Pertagas menunjuk Konsorsium PT Rekayasa Industri dan PT Wahanakarsa Swandiri sebagai kontraktor pelaksana proyek dan menggunakan pipa produksi dalam negeri yaitu dari KHI dan Indal. “Kami pastikan proyek ini selesai sesuai target dan spesifikasi, sehingga pasokan gas untuk PUSRI dapat segera mengalir,” ujar President Director Pertagas Suko Hartono.

Ruas baru ini akan menjadi backbone infrastruktur gas kedua milik Pertagas di wilayah Sumatera Selatan dikarenakan saat ini pipa eksisting Pertagas di Sumatera Selatan telah terutilisasi maksimal. Kedepannya selain untuk menyalurkan gas ke PUSRI, pipa gas ruas Grissik – PUSRI akan mampu memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, industri dan jaringan gas rumah tangga di Sumatera Selatan. Tentunya hal tersebut akan berkontribusi pada peningkatan perekonomian di Sumatera Selatan.

Kementerian ESDM Rilis Aplikasi, Apa Istimewanya?

Penulis : Vicky Anggriawan

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Rekomendasi