8 Agustus 2017 16:54 WIB

Catat! Ini Kunci Sukses Udin Membudidayakan Kubis dan Kol di Dataran Rendah

Kunci sukses budidaya sayuran ini di dataran rendah terletak pada intensifnya perawatan sejak penyemaian benih. Petani memanen kembang kol. (Antara)

DEPOK, JITUNEWS.COM - Budidaya sayuran jenis kubis dan kembang kol biasanya dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian di atas 800 m di atas permukaan laut (dpl). Namun, berbeda dengan apa yang dilakukan Saripudin di bilangan Depok, Jawa Barat ini. ya, pria yang akrab disapa Udin ini berhasil membudidayakan sayuran tersebut di kawasan dataran rendah, yakni di daerah tempat tinggalnya, di Depok.

Tatan Tarjuna Kantongi Rp 200 Juta/Bulan dari Budidaya Sayuran Jepang

Diakui Udin, tidak ada teknologi khusus untuk membuat tanaman sayuran ini bisa berkembang baik di dataran rendah, namun kata dia, kunci sukses budidaya sayuran ini di dataran rendah terletak pada intensifnya perawatan sejak penyemaian benih.

"Tanaman harus benar-benar diperhatikan dan dirawat setiap hari, tidak bisa hanya didiamkan saja. Media tanam yang digunakan perlu diperhatikan, yakni yang strukturnya halus, misalnya campuran tanah dan abu bakaran sampah organik yang telah disaring. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi tanah seperti pada dataran tinggi. Selain itu diberikan pestisida organik yang dicampur dengan air saat menyiram tanaman sehingga tanaman menjadi tahan terhadap serangan hama dan penyakit," beber Udin, beberapa waktu lalu.


Coba Budidaya Sayuran Hidroponik, Yuk!

Dikatakan Udin, penanaman kembang kol dan kubis di dataran rendah memiliki beberapa keuntungan. Antara lain keadaan udara tidak selalu lembab seperti pada dataran tinggi, sehingga tanaman bisa terhindar dari hama penyakit yang muncul akibat kelembaban yang tinggi seperti pada dataran tinggi yang membuat petani harus jor-joran menyemprot tanaman mereka dengan pestisida sintetik.

Begitu pula dengan penggunaan pupuk sintetik karena ingin mengejar kecepatan produksi, padahal penggunaaan pupuk yang jor-joran bisa membuat tanah menjadi keras dan justru membuat pertumbuhan lambat. Hal itu membuat harga jual sangat rendah, apalagi crop/bagian yang siap panen tidak bisa tahan lama, hanya 1 minggu saja.

Berbeda halnya dengan bunga/crop kubis dan kembang kol di dataran rendah yang bisa bertahan hingga 1 bulan, sehingga petani dataran rendah bebas memanen.

"Jadi kuncinya pada proses membuat tanaman itu kuat terhadap hama penyakit. Sebab, kedua tanaman ini sangat rentan terhadap hama penyakit. Jika tidak benar-benar diperhatikan setiap hari (dicek setiap hari apakah ada hama yang menempel atau hinggap di tanaman), maka tanaman akan mudah terserang hama penyakit. Jika cara ini tidak dilakukan, tanaman hanya sekadar tumbuh dengan merana sehingga tidak bisa bertahan sampai panen," tutup Udin.

Metode Jitu Budidaya Sayuran Hidroponik

Penulis : Riana

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait

Cerahnya Prospek Budidaya Ubi Jepang

15 Agustus 2017 11:45
Rekomendasi