Topik
16 Juli 2017 18:15 WIB

Said Aqil: Silahkan Orang Anti-Pancasila Tapi Jangan di Indonesia, di Afganistan Saja

PBNU mendukung penuh kebijakan pemerintah menerbitkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj (Istimewa)


JAKARTA, JITUNEWS.COMKetua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Said mengatakan bahwa boleh saja orang anti-Pancasila namun jangan sampai hidup di Indonesia. Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh seenaknya hingga dasar negara diperdebatkan.

"Silahkan saja orang anti-Pancasila tapi jangan di Indonesia hidupnya, di Afganistan," ujarnya, di Jakarta Selatan, Minggu (16/7).


PBNU Tegaskan Dukung Pemerintah Tertibkan Ormas

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ormas HTI memang tidak melakukan teror di Indonesia, akan tetapi HTI tidak menghormati dan menjadikan pancasila sebagai dasar pemikiran mereka.

"Memang HTI tidak melakukan teror, tapi jelas tidak menghormati dan tidak menjadikan pancasila sebagai dasar pemikirannya," ucapnya.

"Kalau pak Yusril mau bela khalifah, khalifahnya siapa sih? Kalau sudah ada ditentukan A jadi khalifah, yang melantik siapa? Kriteria orang bisa jadi khalifah apa? Ibu kotanya dimana? Apa dasar pemilihan ibu kotanya?," tuturnya.

NU mengimbau kepada masyarakat agar mencintai dan menjaga pancasila sebagai dasar negara yang sudah dimerdekakan, bukan hanya oleh para pahlawan tetapi juga para ulama.

Istana: Perppu Suatu Penegasan Bahwa Pancasila Sudah Final
Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,587,183 Hits

Nana

Total 708,033 Hits

Herman

Total 692,691 Hits

De

Total 669,143 Hits

Andre

Total 479,068 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,606 Hits

Rekomendasi

Habib Novel Bamukmin Dipecat FPI?

26 April 2018 17:15