15 Juli 2017 16:45 WIB

PDIP ke PAN: Kalau Tidak Sepakat, Lebih Baik Diam

PAN yang kerap berseberangan dengan pemerintah, memberi kritikan mengenai kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Perppu 2/2017 tentang Ormas Anggota Komisi II DPR, Arteria Dahlan. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PAN yang sering berbeda suara dengan pemerintah, membuat PDIP meminta PAN untuk keluar dari koalisi. Politikus PDIP, Arteria Dahlan menyebut PAN bukan anggota koalisi yang baik.

PAN Dinilai Tak Loyal, Drajad: PDIP Bahkan Kerap Berseberangan dengan Jokowi

"Saya menghormati sikap keluarga kami di Partai Amanat Nasional. Sah-sah saja, tentunya dengan dasar dan latar belakang serta juga pencermatan yang mendalam," kata Arteria dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/7).

PAN yang kerap berseberangan dengan pemerintah, memberi kritikan mengenai kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Perppu 2/2017 tentang Ormas.


PAN dan PDIP Sama-sama 'Membandel'

"Saatnya tidak tepat, saat ini kan pemerintah punya kebijakan yang cenderung tidak populer, yang harus diambil guna kepentingan yang lebih besar. Harusnya semuanya mendukung, paling tidak mendapat dukungan dari semua anggota koalisi partai pendukung pemerintah," ujar Arteria.

Arteria menyebut wajar apabila adanya perbedaan pandangan dan pendapat. Namun, harus tetap mengedapankan etika dan moral dalam menyikapinya.

"Semua perbedaan itu harus melebur menjadi kesepahaman untuk mendukung kebijakan yang diambil. Jadi enggak etis dan kurang elok kalau mempertontonkan perbedaan. Koalisi ini harus seiring sejalan dalam keadaan dan kondisi apa pun, sebagai bagian dari komitmen moral. Politik itu akan etika dan moral muatannya," ujarnya.

"Seyogyanya parpol-parpol koalisi pendukung pemerintah itu dapat lebih arif dan bijaksana dalam bersikap. Apalagi ini kan Perppu-nya sudah keluar, tidak ada ruang dan pilihan untuk meyakinkan publik bahwa ini adalah affirmative action untuk suatu kepentingan yang lebih besar," katanya.

Menurut Arteria, seharusnya para anggota koalisi membangun optimisme publik mengenai tujuan penerbitan Perppu, bukan malah sebaliknya menyatakan sikap yang menimbulkan kecemasan.

"Harusnya kita bangun optimisme ke publik, minimal dengan meyakinkan bahwa tujuan penerbitan Perppu-nya baik, kalau ada kekhawatiran penyimpangan itu akan menjadi tugas kita semua untuk mengawasinya. Bukan sebaliknya menyatakan sikap yang bertentangan dengan membangun argumentasi yang mencemaskan dan tidak konstruktif," lanjutnya.

"Kita tidak dalam pilihan memilih kebijakan pemerintah yang populer saja, lalu kebijakan yang dianggap tidak populer dengan mudahnya kita pertontonkan ke publik sebagai suatu ketidaksepahaman," ungkapnya.

Politikus PDIP ini menyarankan kepada PAN untuk diam jika tidak setuju dengan pemerintah, daripada memberikan komentar yang menimbulkan konflik. Sikap PAN tersebut dinilai tidak etis.

"Paling tidak kalau tidak sepakat, tidak mau bantu, baiknya kan mengambil sikap diam. Kalau seperti ini namanya bukan anggota dan mitra koalisi yang baik, ini namanya menunggangi pemerintahan sudah berkuasa. Kurang elok dan sangat tidak etis," kata Arteria. 

PAN Ingatkan Jokowi Tak Selamanya Jadi Presiden

Penulis : Aurora Denata

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Rekomendasi