Topik
15 Juli 2017 09:27 WIB

Tak Terima Ditahan, Hidayat Sebut Dirinya Juga Korban Kriminalisasi Zalim

Ia pun berasumsi penahanannya tersebut merupakan buntut dari laporannya soal Kaesang.

Muhammad Hidayat, Pelapor Kaesang. (Istimewa)


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya diketahui telah menahan 'kembali' Muhammad Hidayat atas kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan. 

Sebelumnya nama Hidayat sempat beken di masyarakat sebagai pelapor putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. Akan tetapi, laporan Hidayat tidak membuahkan hasil. Alih-alih berhasil mempolisikan Kaesang, ia malah harus ditahan lantaran kasus yang menimpanya dahulu diusut kembali oleh polisi.

Merasa tidak terima, ia berkata bahwa apa yang menimpanya saat ini merupakan bentuk 'kriminalisasi', ya, salah satu kata populer yang sedang sering digunakan orang saat ini.


Sebut Kapolda Iriawan Provokator, Hidayat Kembali Berurusan dengan Polisi

"Ini adalah bentuk kriminalisasi oleh para penguasa zalim. Saya pastinya punya hak untuk melakukan perlawanan hukum," kata Hidayat, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/7).

Ucapan Hidayat tersebut menurutnya bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengakuannya, ia langsung ditahan tanpa ada pemeriksaan terlebih dahulu. Ia pun berasumsi penahanannya tersebut merupakan buntut dari laporannya soal Kaesang.

"Ini tidak lepas dari kasus Kaesang. Saya ditahan tidak lain untuk menutup kasus Kaesang," ujarnya.

Meski ditahan, Hidayat juga mengaku telah melaporkan Iriawan ke Mabes Polri atas dugaan percobaan penghasutan.

Hidayat Pelapor Kaesang Ditahan Polda Metro
Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,587,183 Hits

Nana

Total 708,033 Hits

Herman

Total 692,691 Hits

De

Total 669,143 Hits

Andre

Total 479,068 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,606 Hits

Rekomendasi

Habib Novel Bamukmin Dipecat FPI?

26 April 2018 17:15