Jitunews.Com
21 Juni 2017 14:48 WIB

Hasil Unggas Melimpah, Kementan Tetapkan Strategi Ekspor Hasil Olahan Unggas

Menurut I Ketut Diarmita, saat ini Indonesia telah mencapai swasembada daging dan bahkan sudah mengekspor ke beberapa negara.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita (tengah) dalam acara Konferensi pers di Kantor Kementan, Rabu(21/6). (Jitunews/Siprianus Jewarut)

JAKARTA, JITUNEWS.COM-  Dalam rangka mendukung pembangunan nasional terutama mewujudkan ketahanan pangan, pembangunan peternakan dilakukan untuk mencapai ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani asal ternak.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita, mengatakan bahwa ketahanan pangan tidak hanya mencakup ketersediaan pangan yang cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengakses (membeli) pangan dan tidak ada ketergantungan pangan pada pihak mana pun.

"Terkait dengan ketersediaan protein hewani asal ternak, saat ini indonesia telah mencapai swasembada daging ayam, bahkan telah mampu mengekspor telur ayam tetas (Hatching eggs) ke Myanmar, serta mengekspor daging ayam olahan ke Papua New Guinea dan Timor Leste," ujar I Ketut Diarmita dalam acara Konferensi pers di Kantor Kementan, Rabu (21/6).



Dirjen Perkebunan: Tingkatkan Produksi Gula dengan Program Revitalisasi Perkebunan

Menurutnya, pemerintah saat ini terus berupaya untuk membuka negara baru tujuan ekspor daging ayam olahan.

Sementara itu, untuk mencegah kelebihan pasokan daging ayam di dalam negeri, saat ini Jepang telah menetapkan 5 unit usaha pengolahan daging untuk diekspor ke Jepang," katanya.

Untuk perunggasan, khususnya ayam ras, faktor kritis yang menjadi titik perhatian pemerintah adalah pengaturan keseimbangan supply and demand dalam rencana produksi nasional. Rencana produksi tersebut tentunya memperhatikan eksistensi dan keberlangsungan usaha para pebisnis unggas, pelaku usaha integrasi, pelaku usaha mandiri, koperasi dan peternak. Pemerintah telah menetapkan regulasi terkait hal tersebut melalui Permen No.61 tahun 2016 tentang penyediaan, peredaran dan pengawasan ayam ras.

Faktor lain yang dicermati di sektor perunggasan adalah target Kementan untuk zero import jagung sebagai bahan pakan ternak.

Demi Memperluas Peran TTI, Kementan Gandeng PT Pertani
Halaman:
  • Penulis: Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita