Topik
22 Mei 2017 15:24 WIB

Pengamat Sebut Sinkronisasi Penerapan Teknologi Pertanian Butuh Waktu 15 Tahun

Pengamat Pertanian Khudori mengatakan bahwa tidak mudah bagi petani Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan teknologi pertanian

Ilustrasi. (Istimewa)


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Pertanian Khudori mengatakan bahwa tidak mudah bagi petani Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan teknologi pertanian. Ia mengatakan bahwa butuh waktu setidaknya 15 tahun untuk bisa menyinkronkan penerapan teknologi di sektor pertanian.

“Untuk menjadikan pertanian modern dengan berbasis penerapan teknologi, tidak mudah. Setidaknya kita membutuhkan waktu hingga 15 tahun untuk bisa mensinkronisasi penerapan teknologi tersebut,” kata Khudori dalam acara diskusi pangan di Jakarta, Senin (22/5).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa kesulitan penerapan teknologi di sektor pertanian, saat ini lebih dikarenakan kualitas SDM petani yang masih di bawa rata-rata.


Menguak Potensi Padi Gogo di Gelaran PENAS XV 2017

Ia kemudian menjelaskan bahwa sebagian besar petani yang ada saat ini hanya berpendidikan SD dan berpengetahuan rendah. Selain itu dari total jumlah petani yang ada masih didominasi petani yang sudah relatif tua.

“Jumlah anak muda yang memiliki minat di sektor pertanian saat ini sudah terus menurun, yang masih bertahan saat ini rata-rata petani yang umurnya sudah 35 tahun ke atas,” katanya.

Menurutnya dengan tidak berminatnya kaum muda di sektor pertanian, ditambah dengan jumlah petani yang saat ini didominasi orang tua, maka penerapan teknologi pun menjadi cukup sulit untuk dilakukan.

Ia kemudian membandingkan negara Cina yang sudah sangat maju dalam pengembangan teknologi di sektor pertanian. Menurutnya suksesnya penerapan teknologi pertanian di Cina sangat tidak terlepas dari kualitas SDM Petani yang rata-rata lulusan SMA dan juga jumlah kaum muda yang berminat di sektor pertanian masih cukup banyak.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini sedang mencanangkan modernisasi di sektor pertanian. Langkah modernisasi ini dilakukan dengan mulai memaksimalkan penerapan Alsintan dan juga pemanfaatan teknologi lainnya di sektor pangan. Pemerintah dalam hal ini kementerian pertanian mengklaim bahwa dengan adanya alangkah modernisasi sektor pertanian, produktivitas hasil semakin baik dan waktu untuk proses produksi semakin cepat.

Ketua KTNA Sebut Program Mekanisasi Bisa Tingkatkan Jumlah Petani
Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,511,502 Hits

Nana

Total 704,503 Hits

Herman

Total 691,356 Hits

De

Total 666,126 Hits

Andre

Total 475,468 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,511 Hits

Rekomendasi