18 Mei 2017 10:44 WIB

Crowde Kini Jadi Solusi Petani dalam Urusan Pembiayaan

Crowde sebagai aplikasi berbasis digital yang bisa menjaring banyak investor untuk membantu petani atau pegiat agrikultur lainnya. (Jitunews/Syukron Fadillah)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Chief Execitive Officer Crowde (Crowde.co), Yohanes, beserta sejumlah rekannya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat pertanian agar bisa mengolah lahannya untuk memproduksi kebutuhan. Salah satunya dengan menjadi penghubung permodalan bagi setiap proyek yang akan digarap para petani.

Ganjar Pranowo: Ajak Penyuluh Manfaatkan Teknologi Guna Mendampingi Para Petani

Menurut Yohanes, para petani masih kesulitan dalam mengakses permodalan dari pihak perbankan, sehingga para petani selalu 'tercekek' lehernya lantaran hanya bisa bersandar aliran dana pinjaman dari lintah darat.

"Akhirnya mereka hanya bisa berharap pada lintah darat atau tengkulak yang justru lebih untung ketimbang petani," demikian ucap Yohanes kepada awak media yang hadir dalam acara jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/5/2017).


Disparitas Harga Masih Menjadi Kendala di Sektor Pangan

Hal tersebut membuat petani amat sulit untuk mengangkat kualitas hidupnya, mengingat kerja kerasnya di ladang tak bisa dinikmati secara utuh lantaran suku bunga lintah darat yang kadang lebih tinggi dari nilai bunga bank.

Untuk mensiasati nasib petani yang sedemikian itu, Yohanes dan teman-teman datang memperkenalkan Crowde sebagai aplikasi berbasis digital yang bisa menjaring banyak investor untuk membantu petani atau pegiat agrikultur lainnya.

Ia menjelaskan, melalui platform investasi yang mulai dari Rp10.000, para investor dapat turut membantu para petani mendapatkan modal usaha. Kemudian, keuntungan antara petani dan investor akan dibagi saat hasil panen dengan periode dan ekspektasi keuntungan yang telah ditetapkan.

"Jadi pembagian keuntungannya pada saat panen. Di sana ada jumlah modal yang dibutuhkan, masa periode misalnya 180 hari. Lalu ekspektasi profit," ucap Yohanes menerangkan.

Yohanes menekankan, petani yang bergabung dalam platform ini telah terseleksi. Mereka telah memiliki pasar untuk hasil panennya, sehingga para investor tak perlu takut dalam hal pemasaran.

"Mereka sudah punya pasar sendiri, cuma modalnya saja kurang. Sejauh ini enggak ada yang komplain mengenai kerugian karena investor kadang melakukan pengecekan dan pengawasan secara langsung," ujarnya.

Yohanes menambahkan, bagi para petani yang berminat bergabung, wajib bekerja sama dengan koperasi untuk meminimalkan kerugian.

"Investor pun harus mengerti dalam berinvestasi ada keuntungan tinggi dan risiko seimbang," ujarnya.

Crowde.co Hadir Sebagai Langkah Jitu Investasi Bagi Petani

Penulis : Syukron Fadillah,Nugrahenny Putri Untari

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Rekomendasi