Jitunews.Com
15 Maret 2017 12:43 WIB

Bincang Khusus dengan Ari Kuncoro: Membangun Negeri, Membangun Infrastrukturnya

Yang tak kalah penting juga, gencarnya pembangunan itu dilakukan untuk mendongkrak sektor pariwisata Tanah Air dan menciptakan tujuan-tujuan wisata baru di Tanah Air.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Prof. Ari Kuncoro S.E., M.A., Ph.D. (Jitunews/Rezaldy)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pemerintah begitu 'ngebut' membangun infrastruktur di Indonesia. Hal ini terbukti dengan begitu masifnya pembangunan infrasruktur baik itu jalan nasional, jalan tol, pembangunan rel kereta api, jembatan, pelabuhan, dan bandara.

Di tahun 2015 dan 2016 lalu saja, pemerintah telah merampungkan pembangunan jalan nasional sepanjang 2.225 kilometer, jalan tol sepanjang 132 kilometer, dan jembatan sepanjang 16.246 meter atau 160 jembatan.

Tak hanya itu saja, selama periode tahun 2015 lalu, pemerintah juga membangun jalur rel kereta api sepanjang 179,33 kilometer spoor, pembangunan 47 pelabuhan nonkomersil dan mengembangkan 9 bandara menjadi bandara yang memiliki standard tinggi.



Program Infrastruktur Jokowi Mangkrak, Gerindra Minta Menteri PUPR Dicopot

Tujuan dari pembangunan itu tentu jelas untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia di seluruh wilayah, menurunkan rasio gini (ketimpangan sosial), dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Yang tak kalah penting juga, gencarnya pembangunan itu dilakukan untuk mendongkrak sektor pariwisata Tanah Air dan menciptakan tujuan-tujuan wisata baru di Tanah Air.

Dalam menilik fenomena ini, Jitunews melakukan perbincangan dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro, yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia.

Tepatnya hari Selasa tanggal 14 Maret 2017, tim Jitunews.com menyambangi kampus UI untuk menemui lulusan S3 Brown University dengan nama lengkap Prof. Ari Kuncoro S.E., M.A., Ph.D. Tim Jitunews disambut dengan hangat oleh Ari Kuncoro dan setelahnya memperbincangkan pelbagai persoalan dan tantangan kondisi perekonomian nasional khususnya dalam sektor infrastruktur. Berikut adalah hasil dari perbincangan kami:

Jitunews.com: Terima kasih atas waktunya yang telah menerima kami di sela-sela kesibukan bapak. Untuk mengawali perbincangan pak, bisa dijelaskan sebetulnya kondisi perekonomian global saat ini seperti apa pak?

Ari Kuncoro: Kalau perekonomian global saat ini jelas yah tengah berada dalam ketidakpastian. Seperti di Amerika Serikat, mereka saat ini tengah melakukan proteksi yah, ada rencana-rencana Presiden Trump untuk meningkatkan border tax yakni pengenaan pajak terhadap arus barang-barang yang masuk ke Amerika. Selain itu Amerika juga mengenakan pajak terhadap barang ekspornya. Jadi yang terjadi adalah barang-barang Amerika akan lebih mahal karena barang yang masuk (impor) dikenakan pajak dan barang ekspornya juga lebih mahal. Ini salah satu yang membuat pertumbuhan ekonomi dunia melambat.

Sementara itu di China juga demikian, saat ini China harus menemukan sumber-sumber pertumbuhan baru. China juga harus mencari konsumen baru untuk pasarnya. Namun jika China mencari konsumen baru, maka mereka harus melakukan liberalisasi sektor perdagangannya.

Jadi intinya negara-negara yang mengandalkan ekspor saja, dan ekpornya adalah barang-barang untuk kelas menengah ke bawah, itu akan mengalami kesulitan kecuali dia mempunyai spesialisi khusus, misalnya dia punya produk yang sangat diminati dunia, nah itu bisa, misalnya produsen handphone, handphone pun merk Nokia bisa bangkrut. Jadi untuk ekspor harus keluar dengan produk-priduk yang anti resesi yang walaupun pertumbuhan ekonomi dunia melambat namun tetap menjadi minat pasar. Salah satunya adalah mungkin sektor pariwisata. Pariwisata akan menjadi motor pertumbuhan walaupun suatu saat pertumbuhan ekonominya melambat.

DPD Akan Panggil Kemenang untuk Klarifikasi Rencana Pemerintah Gunakan Dana Haji Untuk Pembangunan Infrastruktur

Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita