Topik
11 Mei 2016 07:15 WIB

Lalombaa, Agrowisata Kakao Pertama di Sulawesi

Pengunjung akan mendapat pengetahuan untuk menghasilkan aroma cokelat

Kebun Kakao (Ist)


KOLAKA, JITUNEWS.COM- Ingin menikmati suasana asri di tengah kebun Kakao yang merupakan penghasil cokelat? Silahkan mengunjungi Agrowisata Lalombaa Cocoa Village, yang berada di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan disuguhi pengalaman menaiki jembatan gantung. Selanjutnya, pengunjung bisa memasuki kawasan wisata yang menghibur. Pada satu sisi terdapat ruang singgah yang berbentuk rumah adat.

Tak jauh dari situ, terdapat gedung theater tempat menampilkan pertujukan seni masyarakat, khususnya petani kakao. Tampilan theater ini seperti bangunan tua ala Yunani.


Kabar Gembira! Pemkab Solok Akan Kembangkan Kebun Manggis Jadi Agrowisata

“Sementara di tempat lain terdapat unit pengolahan biji kakao yang difermentasi. Pengunjung akan mendapat pengetahuan untuk menghasilkan aroma cokelat, maka biji kakao harus difermentasi,” jelas Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, Bachrun Hanise, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/5).

Kakao

Selain itu, lanjut Bachrun, pengunjung juga dapat menyaksikan bagaimana biji kakao diolah menjadi cokelat. Pada sisi lain terdapat gudang tempat penyimpan biji kakao sebelum dikirim ke pabrik.

Hal paling menarik di lokasi wisata ini yaitu terdapat wahana yang terintegrasi dengan kebun kakao yang tertata rapi dan cukup terawat seluas 300 ha. “Pada saat musim panen, para pengunjungi akan dimanjakan dengan pohon yang penuh dengan buah berwarna merah dan hijau,” ujar Bachrun.

Sementara itu, Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara, Ahmad Safei, menambahkan, agar masyarakat lebih mengenal tanaman kakao hingga menjadi cokelat yang bisa dikonsumsi, area agrowisata ini juga akan dilengkapi dengan galeri cokelat.

Galeri cokelat itu semacam  ruang display yang menampilkan produk olahan cokelat yang menggunakan biji kakao dari Kolaka. Selain itu juga ada wahana permainan, air mancur dan pusat kuliner makan. “Sehingga tempat ini cocok dikunjungi bersama keluarga,” ucap Safei.

Safei pun cukup bangga dengan adanya agrowisata ini. Sebab, agrowisata ini bisa dijadikan sebagai education center (pusat pembelajaran) pertama di Sulawesi, yang berbasis kakao dengan target pengujungi turis domestik maupun luar negeri.

Artinya, ujar Safei, melalui kampung kakao ini pengunjung mancanegara akan lebih mengenal bahwa kakao di Indonesia adalah kakao terbaik. Sehingga, di area agrowisata ini juga akan dibangun dibangun resort, dengan pemandangan back to nature bersama petani kakao. Bahkan, juga akan dibangun penginapan bagi parang pengunjung yang ingin bermalam. 

“Selain resort, rencananya akan dibangun homestay dengan memanfaatkan rumah warga yang nantinya akan direnovasi,” ucap Safei.

Peluang RI Jadi Raja Kakao Dunia Terbuka Lebar
Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro

Dapatkan update berita Jitunews.com via Email, klik di sini!


Komentar
Baca Juga
Berita Terkait
Penulis Suara Kita

Catra Agfa

Total 3,499,794 Hits

Nana

Total 702,276 Hits

Herman

Total 689,441 Hits

De

Total 664,962 Hits

Andre

Total 473,446 Hits

Menulis Sampai Baik

Total 323,434 Hits

Rekomendasi