10 Juli 2015 00:00 WIB

Cara Jitu Tangkal Predator dan Penyakit Lele Sangkuriang

Ada 9 langkah cegah penyakit pada jenis lele ini

Ilustrasi lele sangkuriang. (Dok. jitunews)

Pertanyaan :

Apa saja yang mengganggu tumbuh kembang lele sangkuriang ? Apa Solusinya ?

Ihya, Serang


Kunci Sukses Budidaya Ulat Sutera, Cek di Sini...

Jawaban :

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dalam bidang Budidaya baik itu pada hewan ataupun tumbuhan, pengganggu selalu saja muncul. Seperti pada proses Budidaya lele sangkuriang. Oleh karena itu, dalam Budidaya lele Sangkuriang, petani lele juga harus mempersiapkan serangan organisme baik predator maupun pathogen yang ada di sekitar kolam. 

Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.

Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam. Sementara itu, untuk penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan Budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi.

Sementara itu, pada kegiatan Budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan harus terjaga keberlangsungannya. Sedangkan pada kegiatan Budidaya menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan.

Tidak hanya diserang organisme predator dan pathogen, lele Sangkuriang bisa juga terjangkit penyakit. Apabila lele ada yang terjangkit penyakit, usahakan pengobatan dilakukan menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan. Selain itu, pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.

Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.

2. Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.

3. Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.

4. Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.

5. Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).

6. Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK.

7. Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik.

8. Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.

9. Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan. (Berbagai sumber)

Semoga bermanfaat....

 

Ingin Hasilkan Beras Analog? Ini Langkah Mudahnya!
Halaman:
  • Penulis: Christophorus Aji Saputro

Penulis Suara Kita