Jitunews.Com
23 Juni 2015 00:00 WIB

Langkah Jitu Tangkis Anthrax Pada Ternak Sapi

Indonesia masih impor daging sapi

Istimewa

Pertanyaan :

Apa sih penyakit yang paling sering menyerang ternak sapi ? Bagaimana cara mencegahnya ?

Fauzan, Tegal



Kunci Sukses Budidaya Ulat Sutera, Cek di Sini...

Jawaban :

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Salah satu komoditi pangan utama yang kerap melonjak permintaan adalah daging sapi. Bahkan, permintaannya makin menggila ketika perayaan hari raya, seperti Idul Fitri dan Natal. Mengingat, pasokan daging sapi dalam negeri belum cukup, pemerintah kerapkali melakukan impor. Yang menjadi pertanyaan, mengapa Indonesia seringkali mengandalkan pasokan daging impor ? Bila dikaji lebih dalam, tentu banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Salah satunya adalah penyakit yang sering menyerang ternak sapi. Bila itu tak dicegah, tentu hasil produksi daging bakal merosot. 

Nah, salah satu penyakit berbahaya yang seringkali ditemui oleh peternak sapi adalah anthraxs. Menurut berbagai sumber yang dirangkum oleh jitunews, anthrax adalah jenis penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menular pada manusia. Nama lain dari anthrax adalah radang limpa. Biasanya disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang mengandung bakteri basillus anthracis. Selain melalui makanan yang tidak bersih, bakteri anthrax bisa masuk ke dalam tubuh sapi lewat tanah yang tercemar bakteri. Bahkan, penyakit ini bisa juga menular kepada manusia.

Lalu bagaimana langkah pencegahannya ? Ada baiknya mengenali tanda-tanda ternak sapi yang terkena penyakit ini. Pertama, sapi demam, lemah dan mudah jatuh atau ambruk. Kedua, terjadi peradangan pada bagian limpa dan akhirnya sapi menjadi diare. Ketiga, banyak pendarahan di beberapa bagian tubuh dan biasanya berwarna hitam. Keempat, napas sapi terengah-engah. Yang terakhir, terjadi pembengkakan pada bagian bawah perut. Dan bila tak ditangani sapi akhirnya akan mati.

Kemudian cara mencegahnya, sapi yang terinfeksi dipisahkan di kandang khusus sambil diobati. Selain itu, sapi yang berdekatan dengan sapi yang terinfeksi diberi antibiotika Penicilline dan Tetracyclin. Bila sapi mati akibat anthrax, langsung dibakar, kemudian dikubur, dan ditaburi serbuk kapur agar penyakit tersebut tak menular ke sapi lain.

Tak hanya itu, Anda juga bisa memberikan vaksinasi berupa spora avirulen secara berkala tiap tahun pada sapi yang belum terkena penyakit. Jangan lupa pula, pengecekan dan pembersihan kandang harus dilakukan secara berkala. Sedangkan dari segi pakan, jangan memberi makan sapi beserta akar tanamannya. Usahakan hanya beri rerumputan ataupun dedaunannya saja.

Semoga bermanfaat...

(Sumber: galerisapi, usaha ternak)

 

 

Ingin Hasilkan Beras Analog? Ini Langkah Mudahnya!
Halaman:
  • Penulis: Christophorus Aji Saputro

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita